Menu Close

Infeksi Ginjal? Obati Dengan Citoprim

citoprim

Infeksi ginjal, atau dalam dunia medis dikenal dengan sebutan pielonefritis, merupakan sejenis infeksi saluran kemih (UTI) yang biasanya berawal di uretra atau kandung kemih dan menjalar ke satu atau kedua ginjal Anda. Infeksi ginjal membutuhkan perhatian medis secepatnya, dan membutuhkan perawatan obat seperti citoprim. Apabila tidak diobati dengan benar, infeksi ginjal dapat merusak ginjal Anda secara permanen, atau bakteri dapat menyebar ke aliran darah dan menyebabkan infeksi yang mengancam nyawa. Perawatan infeksi ginjal, yang biasanya melibatkan antibiotik, dapat membutuhkan rawat inap. 

Tanda dan gejala infeksi ginjal di antaranya adalah demam, tubuh menggigil, nyeri selangkangan dan punggung, sakit perut, sering buang air kecil, sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil, mual dan muntah, nanah atau darah di air seni (hematuria), dan air seni yang berbau sangat menyengat atau berwarna keruh. Buatlah kunjungan dokter apabila Anda memiliki tanda dan gejala yang mengkhawatirkan. Dokter biasanya akan meresepkan citoprim untuk mengatasi kondisi ini. Apabila Anda mendapatkan perawatan dan infeksi saluran kemih tidak kunjung membaik atau gejala malah bertambah parah, hubungi dokter secepatnya. Infeksi ginjal yang dapat menyebabkan komplikasi yang dapat mengancam nyawa. Carilah bantuan medis secepatnya apabila Anda memiliki gejala infeksi ginjal yang dibarengi dengan air seni berdarah atau mual dan muntah. 

Penyebab dan faktor risiko

Bakteri yang dapat masuk ke saluran kemih lewat tabung yang membawa urin dari dalam tubuh (urethra) dapat berkembang biak dan menyerang ginjal. Ini adalah penyebab utama infeksi ginjal. Bakteri dari infeksi di mana saja di tubuh Anda juga dapat menyebar lewat aliran darah ke ginjal. Meskipun bukan menjadi hal yang asing untuk berkembang menjadi infeksi ginjal, kondisi ini dapat terjadi apabila Anda memiliki sendi buatan atau katup jantung yang terinfeksi. Infeksi ginjal juga dapat disebabkan karena operasi ginjal. Sementara itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko infeksi ginjal di antaranya adalah:

  • Berjenis kelamin perempuan. Urethra jauh lebih pendek pada wanita dibandingkan dengan pada pria. Hal ini membuat bakteri menjadi lebih mudah untuk masuk dari luar tubuh ke kandung kemih. Kedekatan uretra dengan vagina dan anus juga dapat menciptakan kesempatan bagi bakteri untuk masuk ke dalam kandung kemih. Setelah masuk ke dalam kandung kemih, infeksi dapat menyebar ke ginjal. Ibu hamil bahkan memiliki risiko yang lebih tinggi dalam menderita infeksi ginjal. 
  • Memiliki penyumbatan saluran kemih. Hal ini termasuk apa saja yang dapat memperlambat aliran urin atau mengurangi kemampuan seseorang dalam mengosongkan kandung kemih saat buang air kecil, termasuk batu ginjal, sesuatu yang tidak normal pada struktur saluran kemih, dan pada pria, kelenjar prostat yang membesar. 
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Hal ini meliputi kondisi medis yang melemahkan sistem kekebalan tubuh seperti diabetes dan HIV. Beberapa obat-obatan khusus, seperti obat yang diminum untuk mencegah penolakan organ transplantasi, juga memiliki efek yang sama. 

Jika tidak diobati, infeksi ginjal dapat menyebabkan komplikasi serius yang dapat mengancam nyawa, misalnya jaringan parut ginjal yang dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis, tekanan darah tinggi, dan gagal ginjal. Infeksi ginjal juga dapat menyebabkan keracunan darah (septicaemia), di mana bakteri akan menyebar melalui aliran darah. Selain itu, pada ibu hamil, infeksi ginjal dapat menyebabkan komplikasi kehamilan. Salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit ini adalah citoprim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *